Saling Berpesan
Manusia perlukan pesanan, wasiat, nasihat mahupun apa-apa bentuk peringatan yang membawa kebaikan ke arah penambahbaikan personaliti dan tingkah-laku mereka. Kerna manusia itu lahirnya tidak lebih tidak kurang. Masing-masing punya light side dan dark side yang memerlukan batasan supaya setiap ia tidak terlalu terlihat berlebihan dari sisi yang lain. Justeru, bimbingan itu perlu sentiasa ada di setiap waktu dan tempat.
Ada manusia tidak terlalu gemar menerima pesanan dari yang lain, mungkin kerna pesannya terlalu keras atau mungkin kerna pesanya tidak tepat menusuk ke jiwa. Maka carilah pesanan itu —di dalam Al-Quran, video ceramah, buku bacaan— kitaran kita dipenuhi dengan pesanan yang kadang kala kita abai sengaja atau tidak.
Allah menyifatkan orang yang tidak rugi itu adalah mereka yang saling menasihati.
Al-Asr:3إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلْحَقِّ وَتَوَاصَوْا۟ بِٱلصَّبْرِ ٣except those who have faith, do good, and urge each other to the truth, and urge each other to perseverance.— Dr. Mustafa Khattab, the Clear Quran
Maka saling berتَوَاصَوْا۟-lah kita sesama. Saya silap, awak tegur. Awak silap, saya tegur. Janganlah anggap pesannya seseorang pada kita adalah demi benci (sekali pun ia benar) mungkin benci itu pada tingkah-laku yang salah dan bukan pada perawakan diri kita.
Wallāhu'alam.
Pesan diri, pesan orang.

Comments
Post a Comment